Peristiwa Angin Pengambil Roh, Hadits dan Interpretasi tentang Kiamat dalam Islam

Fajarpos.com
Ilustrasi Angin Pengambil Roh (Istimewa).

Dalam ajaran Islam, kiamat adalah peristiwa akhir zaman di mana alam semesta dan semua makhluk yang ada di dalamnya akan hancur. Ada banyak tanda-tanda yang diriwayatkan dalam hadits yang menunjukkan kedekatan hari kiamat, salah satunya adalah munculnya angin yang akan mencabut roh orang-orang beriman.

Angin Pengambil Roh dalam Hadits

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, disebutkan bahwa menjelang kiamat, Allah SWT akan mengirim angin yang lebih halus dari sutra dari arah Yaman. Angin ini akan mencabut roh setiap orang yang di hatinya ada keimanan seberat sawi.

Menurut sebuah riwayat, angin ini diutus Allah SWT untuk mencabut roh orang mukmin. Hal ini disebutkan dalam Kitab Kasyf al-Minan fi ‘Alamat as-Sa’ah wa al-Malahim wa al-Fitan karya Mahmud Rajab Hamady dan diterjemahkan oleh Ibnu Tirmidzi.

Dalam riwayat lain, setelah angin lembut ini membawa roh orang-orang mukmin, hanya akan ada manusia dengan perangai buruk yang tersisa di bumi dan merekalah yang akan merasakan dahsyatnya kiamat.

Interpretasi Hadits

Dari dua hadits di atas, ada perbedaan terkait dari mana angin lembut itu berasal. Menurut Imam an-Nawawi, kemungkinan ada dua angin, satu berhembus dari Syam dan satu lagi berhembus dari Yaman. Ia juga menjelaskan kemungkinan lain, yakni angin itu mulai berhembus dari arah salah satu dua daerah tersebut, kemudian berakhir pada daerah yang lain dan dari sanalah angin itu menyebar.

Peristiwa angin lembut untuk membawa roh orang mukmin ini terjadi setelah berakhirnya masa kekuasaan Nabi Isa bin Maryam dan setelah keluarnya hewan melata. Keduanya merupakan tanda-tanda menjelang datangnya kiamat yang disebutkan oleh sejumlah ulama dalam kitabnya, termasuk Imam Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim.

Hadits tentang angin pengambil roh ini memberikan gambaran tentang bagaimana kondisi dunia menjelang hari kiamat. Meskipun hadits ini memberikan gambaran yang cukup jelas, namun penafsiran dan pemahaman tentang hadits ini bisa berbeda-beda tergantung pada konteks dan pemahaman masing-masing individu. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu mencari ilmu dan memahami ajaran agama dengan benar.

(*)